Senin, 03 Desember 2012

Pemrograman berorientasi objek


Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek
Kelas adalah kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu.
Objek adalah membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
Atribute adalah nilai datanya dapat ditentukan diobject
Method adalah urutan instruksi yang mengakses data dari object
Konstruktor adalah merupakan method yang akan dieksekusi secara otomatis ketika sebuah obyek dibuat.
Inheritance adalah Suatu class dapat mewariskan atribut  dan method kepada class lain (subclass), serta membentuk class hierarchy
Enkapsulasi adalah Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya dan Pembungkusan attribut untuk menghindari akses illegal
·         Implementasi Enkapsulasi
1.     mendeklarasikan instance variable sebagai private
2.     mendeklarasikan method yang sifatnya public untuk mengakses variable tersebut


Polymorfisme adalah Kemampuan untuk memperlakukan object yang memiliki perilaku (bentuk) yang berbeda
       Implementasi konsep polymorphism:
1.       Overloading: Kemampuan untuk menggunakan nama yang sama untuk beberapa method yang berbeda parameter (tipe dan atau jumlah)
2.       Overriding: Kemampuan subclass untuk menimpa method dari superclass, yaitu dengan cara menggunakan nama dan parameter yang sama pada method